* SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI STIA PUANGRIMAGGALATUNG SENGKANG *
TENTANG STIA

 Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal dasar sekaligus menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai negara maju dan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Korea Selatan. Ketiga negara tersebut, kini telah berkembang menjadi negara industri baru di Asia, bukan karena kekayaan alamnya, tetapi mutu tenaga kerjanya. Bila sumber-daya manusia Indonesia dalam  jumlah besar seperti saat ini dapat ditingkatkan mutu dan pendayagunaannya,

maka  diharapkan dalam waktu yang relatif singkat, perekonomian Indonesia akan dapat bertumbuh secara mantap dan memberikan tingkat pendapatan nasional yang relatif tinggi. Oleh karena itu, tantangan utama yang dihadapi sekarang ini dan untuk masa yang akan dating adalah bagaimana mempersiapkan tenaga-tenaga pelaksana pembangunan yang berkualitas, bukan saja yang mampu dan terampil melakukan pekerjaan, tetapi juga mempunyai inovasi dan kreativitas tinggi, serta mempunyai daya analisis dan pandangan jauh ke depan.

Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa. Negara-negara yang maju seperti Amerika, Jepang, atau Malaysia telah menjadikan pendidikan sebagai faktor strategis dalams menciptakan kemajuan bangsanya. Pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan sumber-daya manusia yang berkualitas dan produktif. Hal tersebut mendorong suatu negara menjadi negara yang maju dan pesat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dunia pendidikan berfungsi memproduksi tenaga-tenaga yang berkualitas untuk berbagai jenis dan tingkatan keahlian. Dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi menghasilkan sarjana sebagai tenaga-tenaga terpilih yang diharapkan menjadi dinamisator pembangunan. Gerak dan laju pembangunan banyak ditentukan oleh jumlah, mutu, kemampuan, dan kecocokan sarjana dan lulusan dunia pendidikan yang dihasilkan dengan kebutuhan nyata dalam masyarakat. Dunia pendidikan harus mampu mengeluarkan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Secara umum disebutkan bahwa program pendidikan disemua tingkat harus direncanakan berdasarkan kebutuhan tenaga yang jelas (educational planning bases on manpower requirements).

Salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia bagian Timur adalah  Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Puangrimaggalatung Sengkang (STIA-Prima Sengkang) Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu PTS andalan, Pemda setempat, dengan alasan sebagai berikut: (1) memiliki mahasiswa dalam jumlah besar dari berbagai daerah dan instansi, (2) mempunyai akses dan kerjasama  dengan  pemerintah daerah serta beberapa perguruan tinggi Negeri yang ada di Makassar, (3) salah satu kebanggaan dan harapan masyarakat di Sulawesi Selatan umumnya dan Kabupaten Wajo khususnya.

Dari kompleksnya permasalahan pendidikan STIA-Prima Sengkang, baik yang menyangkut tentang kompetensi profesional dosen, motivasi kerja dosen, kinerja dosen, pemerataan dan relevansi, produktivitas, efektivitas dan efisiensi serta mutu pendidikan, pada hahehatnya keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kinerja para pelaku pendidikan, termasuk dosen yang bersangkutan.

Dalam proses pendidikan termasuk pendidikan STIA-Prima Sengkang, dosen merupakan salah satu komponen yang penting. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 2 dan ayat 4 mengatakan bahwa: “Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka dalam mengatasi dan mengantisipasi permasalahan yang muncul, maka dalam proses penyelenggaraan pendidikan di STIA-Prima Sengkang dibutuhkan adanya Pengembangan dosen sebagai mana diharapkan oleh Pemerintah dan masyarakat serta sesuai dengan misi dan misi STIA-Prima Sengkang, sebagai berikut:

1. Renstra STIA-Prima Sengkang 2010-2015

1.1.1. Visi :

STIA-Prima Sengkang menjadi PTS unggulan di Kawasan Timur Indonesia yang berfokus pada kebijakan publik.

1.1.2. Misi :

a. Menghasilkan sarjana yang berkompeten dan mampu berkompetisi di pasar kerja.

b. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

c. Mengembangkan panel di bidang kebijakan publik dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

d. Meningkatkan kapasitas internal manajemen.

2. Analisis Lingkungan Pengembangan Dosen

Perencanaan stategik STIA-Prima Sengkang memerlukan integrasi antara keahlian Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis, nasional dan global.

Analisis terhadap lingkungan organisasi diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yng diperkirakan dapat menjadi pendukung maupun penghambat, kemudian faktor-faktor tersebut dianilis dengan menggunakan analisa K3A ( kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang ada.

Analisis K3A yang dipergunakan oleh STIA-Prima Sengkang, didasarkan kepada Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang ada yakni :

          Kekuatan ( Strengths )

a.  Peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan

b.  Minat masyarakat di daerah Kabupaten Wajo untuk melanjutkan studi pada PT cukup tinggi

c.  Kelembagaan/organisasi  yang ada cukup tersedia.

                   Kelemahan ( Weakness )

a.  Terdapat beberapa orang dosen yang belum berpendidikan S2.

b.  Biaya studi lanjut dengan biaya sendiri terasa cukup berat bagi dosen yayasan.

c.  Terdapat beberapa orang dosen yang perlu mengikuti studi lanjut ke S3.

d.  Beberapa orang Dosen yang masih perlu dipromosikan ke tingkat Profesor.

                   Peluang ( Opportunities )

a.  Arus informasi yang cepat dan mengglobal;

b.  Lembaga/institusi peningkatan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi    yang cukup banyak.

c.  Adanya program Bea siswa dari Pemerintah dan bantuan dari yayasan Puangrimaggalatung Sengkang.

                   Ancaman ( Threats )

a.  Krisis kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan dewasa ini.

b.  Kondisi pemerintahan yang masih labil;

c.  Insentif dosen yayasan belum mencapai nilai kebutuhan masyarakat umum.

3. Filosofi Pengembangan Dosen

Filosofi yang dianut dalam pengembangan dosen STIA-Prima Sengkang adalah sebagai berikut:

                Sipakatau (Saling Memanusiakan)

Filosofi ini mengandung arti:

a.    Menghormati harkat dan martabat kemanusiaan seseorang sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

b.    Semua makhluk di sisi tuhan adalah sama, yang membedakan adalah keimanan dan ketakwaan.

               Sipakalebbi (Saling Memuliakan/Menghargai)

Filosofi ini mengandung arti :

a.    Menghormati posisi dan fungsi masing-masing di dalam struktur kemasyarakatan dan pendidikan, dan pemerintahan.

b.    Yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda, yang sederajat saling menghormati dan menyayangi ;

c.    Berperilaku dan berbicara sesuai norma (baik) yang dijunjung tinggi oleh masyarakat dan pemerintah.

               Sipakainge (Saling Mengingatkan/Demokrasi)

Filosofi ini mengandung arti:

a.    Menghargai nasehat, saran, kritikan positif dari siapapun ;

b.    Pengakuan bahwa manusia adalah tempatnya kekurangan dan kekhilafan

c.    Pelaku pendidikan dan masyarakat tidak luput dari kekurangan, kekhilafan dan diperlukan kearifan untuk saling mengingatkan dan menyadarkan melalui mekanisme yang tidak lepas dari kearifan Sipakatau dan Sipakalebbi.

Sedangkan etika pengembangan dosen STIA-Prima Sengkang,  tercermin pada 6 prinsip kerja berikut:

1.      Taat Azas

Prinsip ini mengandung arti bahwa semua langkah dan kebijaksanaan pendidikan dan masyarakat hendaknya lebih awal mengacu pada landasan hukum (peraturan perundang-undangan dan keputusan masyarakat)

2.      Keterbukaan

Prinsip ini mengandung arti bahwa setiap langkah dan kebijaksanaan disampaikan secara terbuka (manajemen terbuka) kepada masyarakat untuk mencegah agar tidak terjadi kecurigaan dan fitnah. Abad ke-21 ditandai dengan Era Globalisasi, keterbukaan yang penuh dengan persaingan.

3.      Kemitraan dan Kebersamaan

Prinsip ini mengandung arti bahwa;

a. Hasil maksimal hanya dapat dicapai melalui kemitraan dan kebersamaan;

b. Membina kebersamaan dan kemitraan antar aparatur kelembagaan secara vertikal dan horisontal;

c. Membina kemitraan/keterbukaan antar daerah, wilayah secara vertikal dan horisontal;

d. Membina kemitraan/keterbukaan antar dan inter lembaga pemerintah dan kemasyarakatan.

4.    Pelayanan

Tugas utama aparatur pemerintah adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bukan sebaliknya. Untuk itu aparatur pemerintah harus mempermudah birokrasi pelayanan, bukan malah mempersulit karena ada sesuatu yang diharapkan.

5.      Rasa Malu (Siri’)

Rasa malu yang dimaksud adalah merasa malu kalau tidak melaksanakan tugas dengan baik, malu pada diri sendiri, pada masyarakat dan pada Tuhan Yang Maha Esa apabila tidak melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

6.      Iman dan Taqwa

Berpegang teguh pada ajaran agama karena ajaran agama menunjukkan jalan yang baik kepada kita semua.

Sedangkan prinsip pengembangan dosen STIA-Prima Sengkang, yaitu:

Kewajiban (Nasseriki’)

Artinya, tidak seorang manusia pun yang luput dari suatu kewajiban menurut status dan fungsi. Kewajiban tersebut akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat dan norma hukum (adat) yang berlaku.

Bekerja (Makkareso)

Artinya, tidak seorang manusia pun yang luput dari bekerja untuk kepentingan diri, masyarakat dan negara. Tidak bekerja berarti malas (makuttu).

Optimal (Temmangingngi)

Artinya, puncak dedikasi kerja yang diharapkan adalah optimal, dalam arti sungguh-sungguh tidak setengah hati dan penuh rasa tanggungjawab.

 

4.  Kebijakan

 

            Beban Kerja Dosen

 

Beban kerja dosen setiap Jurusan/Departemen pada STIA-PRIMA Sengkang dengan memperhatikan kewajiban dosen dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada Pasal 72 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu sekurang-kurangnya 12 SKS dan sebanyak-banyak 16 SKS, yaitu sebagai berikut:

 

Tabel 9: Beban Kerja dan Kebutuhan Dosen Setiap Departemen/Jurusan

Pada STIA-PRIMA Sengkang

Departemen/Jurusan

Jumlah Mahasiswa

Beban Kerja Dosen

Kebutuhan Dosen

Administrasi Negara

(jenjang S1)

2000

12 SKS

80%

Administrasi negara

(Jenjang S2)

450

6 SKS

80%

Administrasi Niaga

(jenjang D3)

300

12 SKS

80%

 

Dijelaskan tentang beban kerja dosen setiap Jurusan-Departemen/Fakultas dengan memperhatikan kewajiban dosen dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang keseluruhannya dihitung sebagai beban kerja dosen. Beban kerja dosen diatur berdasarkan Pasal 72 UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yaitu sekurang-kurangnya setara dengan 12 SKS dan sebanyak-banyaknya 16 SKS.

Kebutuhan jumlah dosen dihitung berdasarkan jumlah mahasiswa, program studi yang diselenggarakan, dan beban penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan dalam manajemen perguruan tinggi. Pada sub bab ini dijelaskan proporsi beban kerja mengajar dosen (berkisar antara 75-80%) yang ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

Analisis kebutuhan dosen dan kebijakan penerimaan dosen baru yang didasarkan kepada Pasal 45 UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pasal tersebut menyatakan bahwa dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 46 ayat 1 pada UU tersebut menyatakan bahwa kualifikasi akademik dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Sistem dan mekanisme rekrutmen dosen harus memperhatikan persyaratan pada kedua pasal tersebut.

Rekruitmen

 

Berdasarkan kebutuhan dosen pada setiap Departemen/Jurusan pada STIA-PRIMA Sengkang seperti terlihat pada Tabel 9, dan memperhatikan dosen yang ada dan dosen yang berhenti, maka kebijakan rekrutmen yang perlu ditempuh pada STIA-PRIMA Sengkang, seperti terlihat pada Tabel 10.

 

Tabel Kebijakan Rekrutmen Dosen pada Setiap Departemen/Jurusan STIA-PRIMA Sengkang sampai tahun 2014

 

Departemen/Jurusan

Jumlah Rekrutmen Dosen

S1

S2

S3

Profesor

Administrasi Negara (Jenjang S1)

-

39

 

-

Administrasi Negara

(Jenjang S2)

-

 

30

20

Administrasi Niaga

(Jenjang D3)

5

 

-

-

Jumlah

5

39

30

20

 

 

     Studi Lanjut

 

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dosen pada STIA-PRIMA Sengkang, maka kebijakan studi lanjut yang perlu ditempuh untuk pengembangan dosen, yaitu sebagai berikut:

 

Kebijakan Studi Lanjut yang Dibituhkan pada STIA-PRIMA Sengkang

 

Departemen/Jurusan

Kebijakan Studi Lanjut yang Dibutuhkan

Total

Administrasi Negara

(Jenjang S1)

58

 

58

Administrasi negara

(Jenjang S2)

29

 

29

Administrasi Negara

(jenjang D3)

10

 

10

Jumlah

97

 

97

 

 

 

Peningkatan Promosi Profesor

 

Mengenai kebijakan peningkatan promosi profesor yang mencakup jumlah ideal profesor tiap Kelompok Bidang Keahlian, jurusan/departemen, dan/atau perguruan tinggi, serta upaya-upaya untuk mencapai keadaan ideal pada STIA-PRIMA Sengkang, adalah sebagai berikut:

 

Kebijakan Promosi Profesor yang Dibutuhkan

pada STIA-PRIMA Sengkang sampai tahun 2014

 

 

Departemen/Jurusan

Profesor

Total

Kebutuhan

Yang Ada

Kibijakan Promosi

Administrasi Negara

(Jenjang S1)

-

-

-

-

Administrasi Negara

(Jenjang S2)

20

-

20

20

Administrasi Niaga

(Jenjang D3)

-

-

-

-

Jumlah

20

 

20

20

 

Upaya-upaya untuk mencapai jumlah dosen jenjang S2 dan Jenjang S3 yang yang sesuai dengan keadaan ideal, adalah : (1) mendorong dan memberikan bantuan biaya dari yayasan kepada dosen yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan (2) mendorong dan mengupayakan 2 (dua) orang dosen jenjang S2 mengikuti pendidikan jenjang S3 sekarang ini.

Sedangkan untuk mencapai jumlah professor yang ideal pada STIA-PRIMA Sengkang, telah dipromosikan 1 (satu) orang dosen ke jenjang profesor.

 

4.  Strategi

 

Strategi untuk mencapai proyeksi pemenuhan dosen pada periode 5 tahun mendatang (2010 – 2014) pada STIA- PRIMA Sengkang, baik melalui rekrutmen, studi lanjut, dan peningkatan promosi profesor, dilakukan strategi yang didasarkan pada:

a.    Pasal 39 ayat 2 UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur bahwa  “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.

b.    Dosen sebagai tenaga pendidik memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 1 UU no 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Oleh karena itu, seorang dosen memiliki peran sentral dan strategis untuk menentukan tinggi-rendahnya kualitas suatu perguruan tinggi. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 mengamanatkan dosen sebagai tenaga pendidikan di perguruan tinggi harus mempunyai kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajarnya.

c.    Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen, secara tegas menyebutkan bahwa dosen harus memiliki strata pendidikan minimal satu tingkat lebih tinggi dari para mahasiswa yang diajarnya. Oleh karena itu, proses pengembangan keahlian dosen harus didasarkan kepada pengembangan kelompok bidang keahlian pada suatu jurusan. Hal ini dilakukan karena kesesuaian bidang keahlian dosen pada suatu program studi merepresentasikan kualitas perencanaan pengembangan Dosen. Sedangkan pengembangan program studi baru merupakan produk dari kualitas Dosen.

Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka strategi pengembangan dosen pada STIA-PRIMA Sengkang pada dasarnya diarahkan untuk mendapatkan dosen yang mempunyai kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi personal, dan kompetensi pedagogik

5.  Tahapan Pengembangan Dosen

 

Tahapan kegiatan rinci pemenuhan program pengembangan dosen pada STIA-PRIMA Sengkang priode lima tahun mendatang sampai tahun 2014 sebagai berikut:

 

a. Rekruitmen Dosen

b. Program Studi Lanjut Dsen

c. Program Peningkatan Promosi

 

            Rincian Rencana Implementasi

Rincian rencana implementasi pengembangan Dosen pada STIA Puangrimaggalatung Sengkang priode lima mendatang sampai tahun 2014 adalah ;

a. Rekruitmen Dosen ;

   1. Strata Satu (S1) sebanyak  = 5 Orang

   2. Strata Dua (S2) sebanyak = 39 Orang

   3. Strata Tiga (S3) sebanyak = 30 Orang

   4. Promosi Profesor Sebanyak = 20 Orang

 

b. Studi Lanjut

    S1 ke S2 = 39 orang pada jurusan Administrasi Negara Jenjang Srata Satu

    S2 ke S3 = 29 orang pada jurusan Administrasi Negara Jenjang Srata Dua

    S1 ke S2 = 10 orang pada jurusan Administrasi Niaga Jenjang Diploma Tiga

 

 Potensi sumber Pendanaan yang Mendukung Program

      Potensi sumber pendanaan yang mendukung program pengembangan Dosen pada STIA Puangrimaggalatung Sengkang priode lima mendatang sampai tahun 2014 yang diharapkan adalah ;

 

1. Bantuan Studi dari Pemerintah Pusat

2. Bantuan Studi dari Yayasan Puangrimaggalatung Sengkang

 

 

6.  Kesimpulan

 

Rencana Pengembangan Dosen pada STIA Puangrimaggalatung Sengkang 2009-2014,. sesuai hasil analisis lingkungan STIA-PRIMA Sengkang guna mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya, maka dibutuhkan Program Pengembangan Dosen sesuai kondisi ideal STIA-PRIMA Sengkang pada tahun 2014 sebagai berikut ;

 

A. Rekruitmen Dosen ;

   1. Strata Satu (S1) sebanyak  = 5 Orang

   2. Strata Dua (S2) sebanyak = 39 Orang

   3. Strata Tiga (S3) sebanyak = 30 Orang

   4. Promosi Profesor Sebanyak = 20 Orang

 

B. Studi Lanjut

    S1 ke S2 = 39 orang pada jurusan Administrasi Negara Jenjang Srata Satu

    S2 ke S3 = 29 orang pada jurusan Administrasi Negara Jenjang Srata Dua

    S1 ke S2 = 10 orang pada jurusan Administrasi Negara Jenjang Diploma Tiga

 

C. Potensi sumber pendanaan yang mendukung program pengembangan Dosen pada  STIA Puangrimaggalatung Sengkang priode lima mendatang sampai tahun 2014 yang diharapkan adalah ;

 

1. Bantuan Studi dari Pemerintah Pusat

2. Bantuan Studi dari Yayasan Puangrimaggalatung Sengkang

 

 Rekomendasi

Kepada Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk mendukung/membantu program pengembangan Dosen Pada STIA Puangrimaggalatung Sengkang yang tertera pada point-point kesimpulan tersebut di atas.

 

        Untuk Kebijakan PT

Untuk mencapai Visi dan Misi, dan Analisis Lingkungan maka STIA Puangrimaggalatung Sengkang melakukan secara gradual Program Pengembangan Dosen sebagai berikut ;

 

a. Rekruitmen Dosen  

b. Studi Lanjut

c. Promosi Profesor

 

 Untuk Kebijakan nasional pengembangan dosen

Kepada Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk mendukung/membantu program pengembangan Dosen Pada STIA Puangrimaggalatung Sengkang secara bertahap dan berkesinambungan.